Persepsi dan Kognisi Dalam Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Persepsi, kognisi, penalaran dan perasaan sesungguhnya berlangsung secara simultan, dan kebanyakan dari apa yang disebut pemikiran, impian, bayangan, berkhayal, belajar dan semacamnya merupakan kombinasi unsur-unsur persepsi, kognisi, penalaran dan perasan tersebut.

Secara singkat, persepsi (perception) dapat didefinisikan sebagai cara manusia menangkap rangsangan. Kognisi (cognition) adalah cara manusia memberi arti pada rangsangan.

Penalaran (reason) adalah proses sewaktu rangsangan dihubungkan dengan rangsangan pada tingkat pembentukan kegiatna psikolotis. 

Perasaan (feeling) adalah konotasi emosional yang dihasilkan oleh rangsangan, baik sendiri maupun bersama-sama dengan rangsangan lain pada tingkat kognisi atau konseptual.

Robert Fontz adalah pelopor dalam bidang ini dengan satu peneuan yang ia beri nama “alat preferensi visual”. 

Ia memberi alasan bahwa kita pada bayi diperlihatkan dua pola secara bersamaan dan si bayi lebih menyukai pola yang satu dibandingkan dengan yang lain, ia seharusnya dapat membedakan pola tersebut. 

Ia merancang sebuah dipan untuk bayi, yang disebut “bilik pandangan”. Di atas dipan itu bisa diperlihatkan dua pola kartu berbeda, ia menghitung berapa lama tiap bayi memandang tiap-tiap pola.

Dalam persepsi, kita menangkap objek-objek. Obejk-objek ini kurang lebih berdiri sendiri mengandung struktur di dalamnya dan mempunyai batas-batas di luarnya. Dengan kata lain, objek-objek itu mempunyai bentuk. 

Bentuk inilah yang terutama memungkinkan kita untuk mengenal dan mengingat kembali objek-objek tersebut yang memungkinkan kita mengorientasikan diri dan sebagainya.

0 Comments

Post a Comment