Kiranya beberapa hal berikut ini dapat menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang menjadi lingkup pengertian filsafat.
- Filsafat sebagai kebijaksanaan rasional dari segala sesuatu. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam hidup dan berkehidupannya, manusia selalu saja berhadapan dengan problematika, baik yang menyangkut problematika diri maupun problematika sosial. Dalam menghadapi setiap problema itu, sudah barang tentu diperlukan pemikiran dan sikap yang arif dan bijaksana (wisdom) sesuai dengan pandangan hidup dan pengetahuan yang dimiliki sehingga problematika itu dapat “diselsaikan” secara baik dan memuaskan.
- Filsafat sebagai sikap dan pandangan hidup. Karena setiap problematika hidup itu harus diselsaikan dengan cara yang arif dan bijaksana maka sudah barang tentu pula manusia harus memiliki prinsip-prinsip tertentu agar tidak mudah goyah apalagi terombang-ambing oleh gelombang peri kehidupan. Pemikiran yang kritis dan mendalam serta sikap terbuka agaknya menjadi keniscayaan bagi upaya pengendalian diri secara optimal serta bagi tumbuh kembang pribadi yang seimbang dan selaras dengan cita-cita luhurnya yakni manusia paripurna.
- Filsafat sebagai kelompok persoalan, yakni beragam persoalan yang mendasar (fundamental), mendalam (radikal), dan hakiki (esensial).
- Filsafat sebagai kelompok teori dan sistem pemikiran yang dihasilkan oleh para filsuf. Jika memang demikian halnya, maka sudah barang tentu masing-masing teori dan pemikiran itu pun akan beragam sesuai dengan ciri khas yang dimiliki dan metode yang digunakan oleh masing-masing filsuf, bukan seragam melainkan mungkin bertentangan.
Dari berbagai lingkup pengertian filsafat di atas maka secara sederhana filsafat dapat mengerti bahawa filsafat itu merupakan proses berpikir yang sudah barang tentu bersifat dinamis.
0 Comments
Post a Comment