Gangguan afektif ditandai dengan gangguan pada emosi dan perasaan atau mood.
Emosi seperti kesedihan yang ekstrim dan mudah tersinggung sampai pada perasaan depresi dan ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan.
Gangguan ini terdiri atas gangguan depresif dan gangguan bipolar (sebelumnya dinamakan gangguan manik-depresif) serta subtipe-subtipenya.
Tidak jarang, gangguan ini seringkali dikaitkan dengan peristiwa bunuh diri meski banyak orang yang bunuh diri tanpa mengalami gangguan ini.
- Mitos: Orang-orang dengan gangguan mood terutama bipolar (manik-depresif) biasanya kreatif. Jadi, supaya kreativitas tidak hilang, lebih baik tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan yang mengurangi gejala-gejala perilaku manik mereka.
- Fakta: Memang, daftar orang-orang kreatif yang mengalami gangguan mood sama sekali tidak bisa diremehkan. Sebut saja Tchaikovsky, Michelangelo, van Gogh, Hemmingway, Virginia Woolfe, dan masih banyak lagi deretan nama seniman berbakat lainnya yang mengalami gangguan mood. Namun, bukan berarti ini menjadi alasan untuk mengatakan bahwa mereka tidak memerlukan obat-obatan. Studi-studi dari Weisberg (1994) dan Richards dkk. (1988) menunjukkan bahwa mood manik justru mengurangi kualitas pekerjaan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh orang-orang bipolar. Jadi, obat-obatan justru membantu dan bukan mengurangi kreativitas.
0 Comments
Post a Comment