Defenisi Validitas Konstruk (Construct Validity) | Materi Kuliah Psikologi

Defenisi Validitas Konstruk (Construct Validity) | Materi Kuliah Psikologi

Menurut Djaali dan Pudji (2008) validitas konstruk adalah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh item-item tes mampu mengukur apa-apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan.

Validitas konstruk biasa digunakan untuk instrumen-instrumen yang dimaksudkan mengukur variabel-variabel konsep, baik yang sifatnya performansi tipikal seperti instrumen untuk mengukur sikap, minat, konsep diri, lokus control, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi, dan lain-lain, maupun yang sifatnya performansi maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), intelegensi (kecerdasan intelekual), kecerdasan emosional dan lain-lain.

Menyimak proses telaah teoritis seperti telah dikemukakan, maka proses validasi konstruk sebuah instrumen harus dilakukan melalui penelaahan atau justifikasi pakar atau melalui penilaian sekelompok panel yang terdiri dari orang-orang yang menguasai substansi atau konten dari variabel yang hendak diukur.
Pengertian Face Validity (Validitas Muka) dan Logical Validity (Validitas Logis) | Materi Kuliah Psikologi

Pengertian Face Validity (Validitas Muka) dan Logical Validity (Validitas Logis) | Materi Kuliah Psikologi

Validitas muka adalah tipe validitas yang paling rendah signifikasinya karena hanya didasarkan pada penilaian selintas mengenai isi alat ukur. 

Apabila isi alat ukur telah tampak sesuai dengan apa yang ingin diukur maka dapat dikatakan validitas muka telah terpenuhi. Dengan alasan kepraktisan, banyak alat ukur yang pemakaiannya terbatas hanya mengandalkan validitas muka. 

Alat ukur atau instrumen psikologi pada umumnya tidak dapat menggantungkan kualitasnya hanya pada validitas muka. 

Pada alat ukur psikologis yang fungsi pengukurannya memiliki sifat menentukan, seperti alat ukur untuk seleksi karyawan atau alat ukur pengungkap kepribadian (asesmen), dituntut untuk dapat membuktikan validitasnya yang kuat.

Validitas logis disebut juga sebagai validitas sampling (sampling validity). 

Validitas tipe ini menunjuk pada sejauh mana isi alat ukur merupakan representasi dari aspek yang hendak diukur.

Untuk memperoleh validitas logis yang tinggi suatu alat ukur harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar berisi hanya item yang relevan dan perlu menjadi bagian alat ukur secara keseluruhan. 

Suatu objek ukur yang hendak diungkap oleh alat ukur hendaknya harus dibatasi lebih dahulu kawasan perilakunya secara seksama dan konkrit.   
Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap Dalam Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap Dalam Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Pada dasarnya sikap bukan merupakan suatu pembawaan, melainkan hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga sikap bersifat dinamis. 

Sikap dapat pula dinyatakan sebagai hasil belajar, karenanya sikap dapat mengalami perubahan.

Sesuai yang dinyatakan oleh Sheriff & Sheriff (1956), bahwa sikap dapat berubah karena kondisi dan pengaruh yang diberikan. 

Sebagai hasil dari belajar, sikap tidaklah terbentuk dengan sendirinya karena pembentukan sikap senantiasa akan berlangsung dalam interaksi manusia berkenaan dengan objek teretntu (Hudaniah, 2003).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap, antara lain:
  • Faktor Internal

yaitu cara individu dalam menanggapi dunia luarnya dengan selektif sehingga tidak semua yang datang akan diterima atau ditolak.
  1. Faktor Genetik dan Fisiologik 
  2. Pengalaman pribadi yaitu peristiwa traumatik yang merubah secara drastis kehidupan individu, misalnya kehilangan anggota tubuh karena kecelakaan.
  3. Kebudayaan
  4. Faktor Emosional

  • Faktor Eksternal

  1. Pengaruh orang tua
  2. Kelompok sebaya atau kelompok masyarakat
  3. Media massa
  4. Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama
  5. Sikap positif dan negative




Komponen dan Klasifikasi Sikap Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Komponen dan Klasifikasi Sikap Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Sikap seseorang ditentukan oleh kepuasan yang dirasakan sesuai harapannya. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan perilaku. Kemudian menurut Azwar (2005), 

Komponen-komponen sikap adalah:

  • Kognitif

Kognitif terbentuk dari pengetahuan dan informasi yang diterima yang selanjutnya diproses menghasilkan suatu keputusan untuk bertindak.

  • Afektif

Menyangkut masalah emosional subyektif sosial terhadap suatu obyek, secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap suatu obyek.

  • Konatif

Menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya.

Klasifikasi sikap

  • Sikap dapat pula diklasifikasikan menjadi sikap individu dan sikap social (Gerungan, 2000).
  • Sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap obyek sosial, dan biasanya dinyatakan oleh sekelompok orang atau masyarakat.
  • Sikap individu, adalah sikap yang dimiliki dan dinyatakan oleh seseorang.
Proses Motorik Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Proses Motorik Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Motorik berfungsi sebagai motor penggerak yang terdapat didalam tubuh manusia. Motorik dan gerak tidaklah sama, namun tetapi berhubungan. 

Persamaan : setiap terjadi proses dalam tubuh manusia maka akan menghasilkan gerak. Perbedaan : Motorik tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan, berbeda dengan gerak yang dapat dilihat dan diamati. 

Proses motorik juga menghasilkan gerakan yang dinamakan gerakan motorik. Gerakan motorik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Pengendalian motorik biasanya digunakan dalam bidang ilmu psikologi, fisiologi, neurofisiologi maupun olah raga.Pengendalian motorik mempelajari postur dan gerakan serta mekanisme yang menyebabkannya.

Terdapat berbagai jenis gerakan motorik :
  1. Gerak refleks
  2. Gerak terprogram
  3. Gerakan motorik halus : menulis, merangkai, melukis, berjinjit
  4. Gerakan motorik kasar : berjalan, merangkak, memukul, mengayunkan tangan.
Definisi lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan proses motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam proses motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah Otot, Saraf, dan Otak.

Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaksi positif”, artinya unsure-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya.

Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil.

Didalam tubuh manusia terdapat 3 komponen :
  • Analisator adalah alat penerima rangsangan.
Alat analisator meliputi mata (optik), akustik (pendengaran), taktil (alat persa atau kulit)
  • Kinestetik adalah alat penerima rangsangan yang berbentuk saraf dan otot yang terdapat pada tubuh manusia.
  • Vestibular adalah perasaan gerak yang terletak didalam telinga.
Jenis-jenis motorik dalam kehidupan manusia :
  1. Motorik sehari-hari
  2. Motorik bekerja atau pekerjaan
  3. Motorik olahraga
  4. Motorik ekspresi


Proses Sensori Manusia Dalam Ilmu Piskologi | Materi Kuliah Psikologi

Proses Sensori Manusia Dalam Ilmu Piskologi | Materi Kuliah Psikologi

Proses sensori diawali dengan penerimaan input (registration), yaitu individu menyadari akan adanya input. Proses selanjutnya adalah orientation, yaitu tahap dimana individu memperhatikan input yang masuk. Tahap berikutnya, kita mulai mengartikan input tersebut (interpretation). 

Selanjutnya adalah tahap organization, yaitu tahap dimana otak memutuskan untuk memperhatikan atau mengabaikan input ini. Tahap terakhir adalah execution, yaitu tindakan nyata yang dilakukan terhadap input sensorik tadi.

Proses sensori disebut juga pengamatan, yaitu gejala mengenal benda-benda disekitar dengan mempergunakan alat indra. Pengamatan dengan anggapan (respon) memiliki perbedaan. 

Respons yaitu proses terjadinya kesan dalam pikiran setelah stimulus tidak ada. Proses awal dari pengamatan disebut perhatian, sedangkan proses akhir disebut presepsi yang menyebabkan kita mempunyai pengertian tentang situasi sekarang atas dasar pengalaman yang lalu. 

Presepsi merupakan bentuk pengalaman yang belum disadari sebelumnya sehingga individu belum mampu membedakan dan melakukan pemisahan apa yang sedang dihayati. Apabila pengalaman tersebut telah disadari sehingga individu sudah mampu membedakan dan melakukan pemisahan antara subjek dan objek, disebut “apresepsi”.

Secara fisiologis indra merupakan alat penerima rangsang yang akan diproses oleh organ-organ tubuh lain yang dibawa ke otak, sedangkan secara psikologis yang penting adalah kesan yang telah terjadi, setelah ditemukan situasi yang berarti bagi subjek.
Proses pengamatan (penyerapan atau presepsi) melalui tiga proses yaitu:
  1. Fisik, stimulus mengenai alat indra.
  2. Proses fisiologis, stimulus diteruskan oleh syarafsensoris ke otak.
  3. Proses psikologis, proses dalam otak sehingga individu menyadari apa yang diterima oleh alat indra.
Tahap-tahap Perkembangan Biopsikologi | Materi Kuliah Psikologi

Tahap-tahap Perkembangan Biopsikologi | Materi Kuliah Psikologi

Perkembangan Biopsikologi menguraikan perkembangan aktivitas psiko manusia sejak kecil sampai dewasa.


Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.
  • Fase bayi
Masa bayi di mulai sejak berakhirnya fase orok sampai akhir kedia tahun kehidupan manusia. Pada masa ini bayi mempunyai ciri ciri perkembngan fisik, intelegensi, emosi, bahasa, bermain, pengertian, kepibadian moral dan kesadaran beragama.
  • Fase sekolah (usia taman kanak-kanak)
Anak usia sekolah merupakan fase perkembagan individu sekitar 2-6 tahun. Ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita.
  • Fase remaja
Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang di awali dengan matangnya organ organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi.
  • Fase awal dewasa (early adulthood)
Fase awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
  • Fase pertengahan dewasa (middle adulthood)
Fase pertengahan dewasa  ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
  • Fase akhir dewasa (late adulthood)
Fase akhir dewasa ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.
Apa itu Biopsikologi? | Materi Kuliah Psikologi

Apa itu Biopsikologi? | Materi Kuliah Psikologi

Biopsikolgi adalah ilmu yang mempelajari tentang mekanisme perilaku dan hubunganya dengan fungsi fisiologis tubuh. Biopsikologi merupakan pendekatan psikologi dari aspek biologi.

Pengertian-pengertian biopsikologi menurut para ahli:

Dewsbury(1991) Biopsikologi adalah studi ilmiah tentang biologi tingkah laku.

Pinel (2009) menyebutnya dengan istilah Biopsikologi karena menunjukan pendekatan biologis pada studi tentang psikologi bukan pendekatan psikologi pada studi tentang biologi.

Biopsikologi adalah ilmu yang membahas keterkaitan antara aspek biologis dan aspek psikologis yang dalam hal ini secara khusus berobjek pada manusia. Studi biopsikologi dipelajari di dunia psikologi tentang manusia.

Asal kata : Bio (Hidup) dan Logos (Ilmu) Biologi adalah ilmu perngetahuan tentang sesuatu yang hidup termasuk hewan dan tumbuhan. Objek kajian biologi tidak hanya terbatas pada hewan serta tumbuhan namun juga manusia.

Psikologi asal kata: Pysce (Jiwa) dan Logos (Ilmu). Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.  Secara harviah Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses mentalnya. 

Sejarah perkembangan biopsikologi hingga abad ke-20 masih belum berkembang menjadi salah satu disiplin NeuroSains. .


Asimilasi dan Akomodasi Dalam Teori Perkembangan Kognitif | Materi Kuliah Psikologi

Asimilasi dan Akomodasi Dalam Teori Perkembangan Kognitif | Materi Kuliah Psikologi

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. 

Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. 

Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak.

Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. 

Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. 

Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.

Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.

Teori yang Harus di Pelajari Dalam Psikologi Perkembangan | Materi Kuliah Psikologi

Teori yang Harus di Pelajari Dalam Psikologi Perkembangan | Materi Kuliah Psikologi

Teori apa yang akan kita perdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan? teori yang akan diperdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan adalah:
  • Perspektif Psikoanalisis: 
  1. Teori perkembangan Psikoseksual Freud.
  2. Teori perkembangan Psikoseksual Erikson.
  • Perspektif behaviorisme dan teori belajar sosial:
  1. Behaviorime tradisional.
  2. Teori belajar sosial.
  3. Teori perkembangan kognitif Piaget.
  • Pengolahan informasi (Information Processing).
  • Ethology: Lorenz & Bowlby
  • Teori sistem ekologi Bronfenbrenner.
  • Teori Socio-cultural Vygotsky.


Alasan Kamu Harus Mempelajari Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology)? | Materi Kuliah Psikologi

Alasan Kamu Harus Mempelajari Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology)? | Materi Kuliah Psikologi

Kenapa mempelajari psikologi perkembangan (Developmental Psychology)? 
  1. Akan membimbing dan mengasuh anak-anak atau secara lebih luas ada keinginan untuk membantu mengoptimalkan proses perkembangan yang akan dialami oleh generasi selanjutnya.
  2. Pengetahuan tentang psikologi perkembangan akan membanru para orang tua dan guru dalam menghadapi tantangan saat membesarkan dan mendidik anak-anak/siswa.
  3. Kita mempelajari psikologi perkembangan agar dapat merespon tantangan dengan cara-cara yang tepat dalam mendidik dan mengasuh anak.
  4. Supaya bisa mengetahui dan memahami kondisi alamiah dan sifat-sifat dasar manusia.
  5. Penelitian di dalam psikologi perkembangan memberikan wawasan dan pengetahuan penting tentang beberapa pertanyaan yang paling menarik mengenai kondisi alamiah manusia, seperti konsep tentang innate (bawaan) dan ada hubungan antara pengalaman pada masa-masa awal kehidupan seseorang dengan usia setelahnya.
  6. Terkait dengan pengambilan kebijakan yang terkait dengan kesejahteraan anak.
  7. Pengetahuan tentang perkembangan anak memberikan informasi atau acuan bagi pemerhati anak saat harus membuat peraturan atau kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan anak. 


Perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology | Materi Kuliah Psikologi

Perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology | Materi Kuliah Psikologi

Perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology adalah terletak pada jangkauan pembahasan dan sudut pandang dalam mempelajari perkembangan manusia.

  1. Human Development mempelajari perkembangan manusia secara keseluruhan, dari beragam sudut pandang dan dengan jangkauan pembahasan yang sangat luas, karena melibatkan beragam ilmu yang interdisipliner, sedangkan,
  2. Developmental Psychology mempelajari perkembangan manusia dengan jangkauan yang lebih kecil, karena membicarakan perkembangan tersebut dari sudut pandang psikologi.


Apa itu Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology)? | Materi Kuliah Psikologi

Apa itu Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology)? | Materi Kuliah Psikologi

Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology) adalah satu cabang dari psikologi yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang terkait dengan pertambahan usia yang dialami oleh manusia sepanjang rentang kehidupannya.
  • Dikatakan "Cabang dari ilmu psikologi", karena psikologi memiliki berbagai cabang lain yang mempelajari tentang manusia
Satu bidang dari psikologi yang fokus pada perkembangan sepanjang rentang kehidupan.
  • Development (Perkembangan) adalah perubahan di dalam perilaku yang berhubungan dengan pertambahan usia, dan perubahan yang terjadi kurang lebih dapat diprediksi
Sebagai satu bidang kajian mengenai perbedaan antar individu (inter-individual differences) dan perubahan di dalam diri individu (intra individual change) yang terkait dengan usia dan terjadi sepanjang rentang kehidupan, yaitu perubahan di dalam:
  1. Proses berpikir dan kognitif (Piaget).
  2. Moral (Kohlberg dan Gilligan)
  3. Self dan identity ( Erikson dan Marcia)
 Notes:

Dalam mempelajari perubahan dalam psikologi perkembangan, akan sangat menekankan pada perbedaan antar individu (Inter-Individual Diffrences).

Topik psikologi perkembangan terfokus pada perubahan sepanjang masa (Life Span), karena mempelajari perkembangan berarti mempelajari perubahan yang terkait dengan pertambahan usia, sehingga tidak cukup hanya membahas satu masa di dalam perkembangan, karena di dalam rentang waktu sepanjang kehidupan tersebut terdapat usia yang berbeda-beda, dan pada setiap usia terjadi perubahan yang berbeda-beda pula.

Intra-Individual change misalnya adalah perubahan umur mental

Kegunaan mempelajari psikologi adalah agar dapat memprediksi perubahan perilaku yang berhubungan dengan perubahan usia.

Apa itu Perkembangan Manusia (Human Development)? | Materi Kuliah Psikologi

Apa itu Perkembangan Manusia (Human Development)? | Materi Kuliah Psikologi


Human Development adalah:
  • Sebuah studi ilmiah yang mempelajari proses bagaimana individu mengalamai perubahan sekaligus melihat bagaimana individu tidak berubah.
  • Sebuah bidang studi yang bersifat interdisipliner yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang dialami oleh manusia selama rentang masa kehidupannya. (Berk, 1994)
  • Sebuah studi ilmiah, terkait dengan perubahan-perubahan  yang disebabkan oleh pertambahan usia, yang mana perubahan tersebut terjadi pada aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian. (Boyd & Bee, 2006)
  • Jadi, Human Development adalah sebuah study ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin keilmuan yang mengungkap bagaimana proses perubahan yang terjadi pada manusia, yang disebabkan oleh perubahan atau pertambahan usia yang terjadi sepanjang rentang kehidupannya, di mana perubahan tersebut mencakup aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian.
Notes :
  1. Interdisipliner artinya bahwa pembahasan tentang human development melibatkan semua bidang yang mempelajari tentang manusia.
  2. Studi Ilmiah adalah sebuah studi yang telah teruji, mengikuti tahap-tahap ilmiah, dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.
  3. Perkembangan selalu dikaitkan dengan perubahan yang terkait dengan perubahan usia.
  4. Sebuah perilaku yang sama akan memiliki makna yang berbeda ketika terjadi pada usia yang berbeda.

Gangguan Afektif Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Gangguan Afektif Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Gangguan afektif ditandai dengan gangguan pada emosi dan perasaan atau mood. 

Emosi seperti kesedihan yang ekstrim dan mudah tersinggung sampai pada perasaan depresi dan ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan. 

Gangguan ini terdiri atas gangguan depresif dan gangguan bipolar (sebelumnya dinamakan gangguan manik-depresif) serta subtipe-subtipenya. 

Tidak jarang, gangguan ini seringkali dikaitkan dengan peristiwa bunuh diri meski banyak orang yang bunuh diri tanpa mengalami gangguan ini.
  • Mitos: Orang-orang dengan gangguan mood terutama bipolar (manik-depresif) biasanya kreatif. Jadi, supaya kreativitas tidak hilang, lebih baik tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan yang mengurangi gejala-gejala perilaku manik mereka.
  • Fakta: Memang, daftar orang-orang kreatif yang mengalami gangguan mood sama sekali tidak bisa diremehkan. Sebut saja Tchaikovsky, Michelangelo, van Gogh, Hemmingway, Virginia Woolfe, dan masih banyak lagi deretan nama seniman berbakat lainnya yang mengalami gangguan mood. Namun, bukan berarti ini menjadi alasan untuk mengatakan bahwa mereka tidak memerlukan obat-obatan. Studi-studi dari Weisberg (1994) dan Richards dkk. (1988) menunjukkan bahwa mood manik justru mengurangi kualitas pekerjaan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh orang-orang bipolar. Jadi, obat-obatan justru membantu dan bukan mengurangi kreativitas.
Skizofrenia Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Skizofrenia Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Schizophrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan tiga gejala, yaitu simptom positif (melihat dan mendengar apa yang tidak dilihat dan didengar orang, dan memiliki waham atau kepercayaan yang keliru), simptom negatif (ekspresi wajah yang tidak seharusnya, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, dan frekuensi bicara yang berkurang), dan simptom tak terorganisir (pembicaraan dan penggunaan bahasa yang tidak bisa dimengerti banyak orang, perilaku tak terorganisir, dan gerakan-gerakan yang tidak bermakna).

  • Mitos: 
Jika orangtuanya schizophrenia, pasti anaknya juga schizophrenia.

  • Fakta: 
Tidak. Schizophrenia memang memiliki faktor genetis, namun apakah anak itu mengalami schizophrenia atau tidak sama sekali tidak tergantung hanya pada genetika dan faktor neurobiologisnya saja. Lingkungan anak yang membuat anak tidak stress juga berperan sangat penting dalam menentukan apakah anak itu akan mengembangkan schizophrenia atau tidak.
Arti Psikologi Klinis Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Arti Psikologi Klinis Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Psikologi Klinis adalah salah satu bidang psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri, dan lain-lain. 

Psikologi Klinis menggunakan konsep-konsep Psikologi Abnormal, Psikologi Perkembangan, Psikopatologi dan Psikologi Kepribadian, serta prinsip-prinsip dalam assesment dan intervensi, untuk dapat memahami maslah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku anormal.

Dilihat dari cakupannya, psikologi klinis dapat diartikan secara sempit atau luas. 

Secara sempit, psikologi klinis tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau subnormal. Tugas utama psikologi klinis adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit. 

Dalam cakupan yang lebih luas, psikologi klinis adalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari kesulitan-kesulitan serta rintangan emosional pada manusia, tidak memandang ia abnormal atau subnormal. 

Psikologi Klinis menopang gejala-gejala yang dapat mengurangi kemungkinan manusia untuk bahagia. Kebahagiaan erat hubungannya dengan kehidupan emosional-sensitif dan harus dibedakan dengan kepuasan yang lebih berhubungan dengan segi-segi rasional dan intelektual (Yap Kie Hien, 1968).


Gangguan Kepribadian Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Gangguan Kepribadian Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Gangguan kepribadian adalah suatu proses perkembangan yang timbul pada masa kanak-kanak, masa remaja, dan berlanjut pada masa dewasa. 

Keadaan ini merupakan pola perilaku yang tertanam dalam dan berlangsung lama, muncul sebagai respon yang kaku terhadap rentangan situasi pribadi dan sosial yang luas. Penggolongan atau klasifikasi gangguan kepribadian bermacam-macam, yaitu:
  • Kepribadian Paranoid
Kepribadian paranoid adalah gangguan kepribadian dengan sifat curiga yang menonjol. Orang lain selalu dilihat sebagai agressor, ingin merugikan, ingin menyakiti, ingin mencelakai, membahayakan, dan sebagainya, sehingga ia bersikap sebagai pemberontak untuk mempertahankan harga dirinya. Penderita umumnya ditinggalkan teman-temannya dan mendapatkan banyak musuh. Gangguan kepribadian paranoid dibagi dua, yaitu:
  1. Kepribadian yang mudah tersinggung, bereaksi terhadap pengalaman sehari-hari secara berlebihan dengan rasa menyerah dan rendah diri, serta cenderung menyalahkan orang lain tentang pengalamannya itu.
  2. Kepribadian yang lebih agresif, kasar, serta sangat peka terhadap apa yang dianggap haknya. Cepat tersinggun bila haknya dilanggar dan sangat gigih dalam mempertahankan haknya tersebut.
Persamaan kedua kelompok tersebut adalah sifat curiga yang berlebihan, cepat merasakan bahwa sesuatu itu tertuju pada dirinya dan adanya negatif, serta mudah sekali tersinggung.
  •  Kepribadian Afektif/Siklotim
Ciri utama dari kepribadian siklotim adalah keadaan perasaan dan emosinya yang berubah-ubah antara depresi dan euforia.
  • Kepribadian Skizoid
Sifat-sifat kepribadian ini adalah pemalu, perasa, pendiam, suka menyendiri, menghindari kontak sosial dengan orang lain. Ciri utamanya adalah cara menyesuaikan diri dan mempertahankan diri ditempuh dengan menarik diri, mengasingkan diri, dan juga sering berperilaku aneh (ekstrinsik). Pemikirannya autistik (hidup dalam dunianya sendiri), melamun berlebihan, dan ketidamampuan menyatakan rasa permusuhan.
  • Kepribadian Eksplosif
Ciri utama tipe ini adalah diperlihatkannya sifat tertentu yang lain dari perilakunya sehari-hari, yaitu ledakan-ledakan amarah dan agresivitas, sebagai reaksi terhadap stres yang dialaminya (walaupun mungkin stresnya sangat kecil). Segera sesudah itu biasanya ia menyesali perbuatannya.
  • Kepribadian Anankastik
Ciri utama tipe kepribadian ini adalah perfeksionisme dan keteraturan, kaku, pemalu, disertai dengan pengawasan diri yang tinggi. Orangnya tdak kompromis serta sangat patuh (bahkan berlebihan) pada nora-norma, etika, dan moral. Orang dengan kepribadian ini sering terlambat unutk menikah, karena tuntutannya terlalu tinggi dan takut/ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
  • Kepribadian Histerik
Ciri utama kepribadian ini adalah sombong, egosentrik, tidak sabilnya emosi, suka menarik perhatian denga afek yang labil, sering berdusta dan menunjukkan pseudologika fantastika (menceritakan secara luas, terperinci, dan kelihatan masuk akal padahal tanpa dasar fakta atau data. Ia dapat menyatakan perasaannya secara tepat dan sering disertai dengan gerakan badaniah dalam berkomunikasi.
  • Kepribadian Astenik
Ciri utamanya hidup tidak bergairah, lemas, lesu, letih, lemah, tak ada tenaga sepanjang kehidupannya. Orangnya tidak tahan terhadap stres hidup yang normal dalam kehidupan sehari-hari. Vitalitas dan emosionalitasnya sangat rendah. Terdapat abulia atau kurang kemauan dan anhedonia (kurang mampu menikmati sesuatu).
  • Kepribadian Anti Sosial
Ciri utamanya ialah bahwa perilakunya selalu menimbulkan konflik dengan ornag lain atau lingkungannya. Tidak loyal pada kelompok dan norma-norma sosial, tidak toleran terhadap kekecewaan atau frustasi, selalu menyalahkan ornag lain dengan rasionalisasi. Ia egosentris, idka bertangung jawab, impulsif, agrsif, kebal terhadap rasa sakit, dan idak mampu belajar dari pengalaman ataupun hukuman yang diberikan.
  • Kepribadian Pasif-Agresif
Tipe ini dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Kepribadian pasif dependen, orang dengan tipe kepribadian ini selalu berpikir, merasa, dan bertindak bahwa kebutuhannya akan ketergantungannya itu dapat dipenuhi scara menakjubkan.
  2. Kepribadian pasif agresif, orang dengan tipe ini merasa bahwa kebutuhan akan ketergantungan tidak pernah terpenuhi. Ia menunjukkan penangguhan dan sikap keras agar diterima dengan murah hati apa yang diharapkannya degan sangat. Tipe kepribadian ini ditandai dengan sifat pasif dan agresif. Agresifitas dapat dinyatakan secara pasif dengan cara bermuka masam, malas, menyabot, dan keras kepala. Perilaku ini merupakan pencerminan dari rasa permusuhan yang dinyatakan secara tertutup, atau rasa tidak puas terhadap seseorang/sesuatu yang kepadanya ia sangat menggantungkan dirinya.
  • Kepribadian Inadequat
Ciri utama tipe ini adalah ketidakmampuannya secara terus menerus atau berulang-ulang untuk memenuhi harapan atau tuntutan teman atau sebayanya atau kenalannya. Baik dalam respon emosional, intelektual, sosial, maupun fisik. 

Penderita sendiri tidak merasakan sebagai bebean karena dianggapnya wajar dan harus diterima sebagaimana adanya. Orang dengan tipe ini biasanya juga empunyai kehidupan yang tak terprogram, tidak mampu melaksanakan tugas, serta tidak mau dipaksa untuk melakukan sesuatu.
Pengukuran-Pengukuran Kepribadian Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Pengukuran-Pengukuran Kepribadian Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Sifat kepribadian biasa diukur melalui angka rata-rata pelaporan dari (self-report) kuesioner kepribadian (untuk sifat khusus) atau penelusuran kepribadian seutuhnya (personality inventory, serangkaian instrumen yang menyingkap sejumlah sifat). Ada beberapa macam cara untuk mengukur atau menyelidiki kepribadian. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:
  1. Observasi Direct
Observasi direk berbeda dengan observasi biasa. Observasi direk mempunyai sasaran yang khusus , sedangkan observasi biasa mengamati seluruh tingkah laku subjek. Observasi direk memilih situasi tertentu, yaitu saat dapat diperkirakan munculnya indikator dari ciri-ciri yang hendak diteliti, sedangkan observasi biasa mungkin tidak merencanakan untuk memilih waktu.

Observasi direct diadakan dalam situasi terkontrol, dapat diulang atau dapat dibuat replikasinya. Misalnya, pada saat berpidato, sibuk bekerja, dan sebagainya.Ada tiga tipe metode dalam observasi direk yaitu:
  • Time Sampling Method
Dalam time sampling method, tiap-tiap subjek diselidiki pada periode waktu tertentu. Hal yang diobservasi mungkin sekadar muncul tidaknya respons, atau aspek tertentu.
  • Incident Sampling Method
Dalam incident sampling method, sampling dipilih dari berbagai tingkah laku dalam berbagai situasi. Laporan observasinya mungkin berupa catatan-catatan dari Ibu tentang anaknya, khusus pada waktu menangis, pada waktu mogok makan, dan sebgainya. Dalam pencatatan tersebut hal-hal yang menjadi perhatian adalah tentang intensitasnya, lamanya, juga tentang efek-efek berikut setelah respons.
  • Metode Buku Harian Terkontrol
Metode ini dilakukan dengan cara mencatat dalam buku harian tentang tingkah laku yang khusus hendak diselidiki oleh yang bersangkutan sendiri. Misalnya mengadakan observasi sendiri pada waktu sedang marah. Syarat penggunaan metode ini, antara lain, bahwa peneliti adalah orang dewasa yang cukup inteligen dan lebih jauh lagi adalah benar-benar ada pengabdian pada perkembangan ilmu pengetahuan.
      
        2. Wawancara (Interview)

Menilai kepribadian dengan wawancara (interview) berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati dengan orang yang dinilai. Dalam psikologi kepribadian, orang mulai mengembangkan dua jenis wawancara, yakni:
  • Stress interview
Stress interview digunakan untuk mengetahui sejauh mana seseorang dapat bertahan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu emosinya dan juga untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat kembali menyeimbangkan emosinya setelah tekanan-tekanan ditiadakan. Interviewer ditugaskan untuk mengerjakan sesuatu yang mudah, kemudian dilanjutkan dengan sesuatu yang lebih sukar.
  • Exhaustive Interview
Exhaustive Interview merupakan cara interview yang berlangsung sangat lama; diselenggarakn non-stop. Cara ini biasa digunakan untuk meneliti para tersangka dibidang kriminal dan sebagai pemeriksaan taraf ketiga.

     3.Tes proyektif

Cara lain untuk mengatur atau menilai kepribadian adalah dengan menggunakan tes proyektif. 

Orang yang dinilai akan memprediksikan dirinya melalui gambar atau hal-hal lain yang dilakukannya. Tes proyektif pada dasarnya memberi peluang kepada testee (orang yang dites) untuk memberikan makna atau arti atas hal yang disajikan; tidak ada pemaknaan yang dianggap benar atau salah.

Jika kepada subjek diberikan tugas yang menunut penggunaan imajinasi, kita dapat menganalisis hasil fantasinya untuk menguur cara dia merasa dan berpikir. Jika melakukan kegiatan yang bebas, orang cenderung menunjukkan dirinya, memantulkan (proyeksi) kepribadiannya untuk melakukan tugas yang kreatif. Jenis yang termasuk tes proyektif adalah:
  • Tes Rorschach
Tes yang dikembangkan oleh seorang dkter psikiatrik Swiss, Hermann Rorschach, pada tahun 1920-an, terdiri atas sepuluh kartu yang masing-masing menampilkan bercak tintan yang agak kompleks. 

Sebagian bercak itu berwarna; sebagian lagi hitam putih. Kartu-kartu tersebut diperlihatkan kepada mereka yang mengalami percobaan dalam urutan yang sama. Mereka ditugaskan untuk menceritakan hal apa yang dilihatnya tergambar dalam noda-noda tinta itu. 

Meskipun noda-noda itu secara objektif sama bagi semua peserta, jawaban yang mereka berikan berbeda satu sama lain. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mengalami percobaan itu memproyeksikan sesuatu dalam noda-noda itu. Analisis dari sifat jawaban yang diberikan peserta itu memberikan petunjuk mengenai susunan kepribadiannya.
  • Tes Apersepsi Tematik (Thematic Apperception Test/TAT)
Tes apersepsi tematik atau Thematic Apperception Test (TAT), dikembangkan di Harvard University oleh Hendry Murray pada tahun 1930-an. TAT mempergunakan suatu seri gambar-gambar. Sebagian adalah reproduksi lukisan-lukisan, sebagian lagi kelihatan sebagai ilustrasi buku atau majalah. 

Para peserta diminta mengarang sebuah cerita mengena tiap-tiap gambar yang diperlihatkan kepadanya. 

Mereka diminta membuat sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar, mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang didalam gambar itu, dan bagaimana episode itu akan berakhir. 

Dalam menganalisis respon terhadap kartu TAT, ahli psikologi melihat tema yang berulang yang bisa mengungkapkan kebutuhan, motif, atau karakteristik cara seseorang melakukan hubungan antarpribadinya.

     4. Inventori Kepribadian

Inventori kepribadian adalah kuesioner yang mendorong individu untuk melaporkan reaksi atau perasaannya dalam situasi tertentu. Kuesioner ini mirip wawancara terstruktur dan ia menanyakan pertanyaan yang sama untuk setiap orang, dan jawaban biasanya diberikan dalam bentuk yang mudah dinilai, seringkali dengan bantuan komputer. 

Menurut Atkinson dan kawan-kawan, investori kepribadian mungkin dirancang untuk menilai dimensi tunggal kepribadian (misalnya, tingkat kecemasan) atau beberapa sifat kepribadian secara keseluruhan. Investori kepribadian yang terkenal dan banyak digunakan untuk menilai kepribadian seseorang ialah: 

(a) Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), 
(b) Rorced-Choice Inventories, d 
(c) Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W Temperament Scale).
  • Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)
MMPI terdiri atas kira-kira 550 pernyataan tentag sikap, reaksi emosional, gejala fisik dan psikologis, serta pengalaman masa lalu. Subjek menjawab tiap pertanyaan dengan menjawab “benar”, “salah”, atau “tidak dapat mengatakan”.
  • Rorced-Choice Inventories
Rorced-Choice Inventories atau Inventori Pilihan-Paksa termasuk klasifikasi tes yang volunter. Suatu tes dikatakan volunter bila subjek dapat memilih pilihan yang lebih disukai, dan tahu bahwa semua pilihan itu benar, tidak ada yang salah (Muhadjir,1992). Subjek, dalam hal ini, diminta memilih pilihan yang lebih disukai, lebih sesuai, lebih cocok dengan minatnya, sikapnya, atau pandangan hidupnya.
  • Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W Temperament Scale)
H-W Temperament Scale dikembangkan dari teori kepribadian Rosanoff (Muhadjir, 1992). Menurut teori ini, kepribadian memiliki enam komponen, yang lebih banyak bertolak dari keragaman abnomal, yaitu:

1) Schizoid Autistik, mempunyai tendensi tak konsisten, berpikirnya lebih mengarah pada khayalan.
2) Schizoid Paranoid, mempunyai tendensi tak konsisten, dengan angan bahwa dirinya penting.
3) Cycloid Manik, emosinya tidak stabil dengan semangat berkobar.
4) Cycloid Depress, emosinya tak stabil dengan retardasi dan pesimisme.
5) Hysteroid, ketunaan watak berbatasan dengan tendensi kriminal.
6) Epileptoid, dengan antusiasme dan aspirasi yang bergerak terus.

H-W Temperament Scale tersusun dalam sejumlah item yang berfungsi untuk memilahkan kelompok yang patologik dari kelompok penderita hysteroid, misalnya, diasumsikan memiliki mental kriminal.

Tipe-tipe Manusia Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Tipe-tipe Manusia Dalam Ilmu Psikologi | Materi Kuliah Psikologi

Ahli penyakit jiwa C.G. Jung dari Swiss, membuat pembagian tipe manusia dengan cara lain lagi. 

Ia menyatakan bahwa perhaian manusia tertuju pada dua arah, yakni keluar dirinya yang disebut extrovert, dan kedalam dirinya yang disebut introvert. Jadi, menurut jung tipe manusia bisa dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu :
  1. Tipe extrovert, yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat.
  2. Tipe introvert, orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya. Orang yang tergolong tipe extrovert mempunyai sifat-sifat: berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah, penggembira, kontak dengan lingkungan besar sekali. Mereka mudah memegaruhi dan mudah pula dipengaruhi oleh lingkungannya. Adapun orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat :kurang pandai bergaul, pendiam, sukar diselami batinnya, suka mnyendiri, bahkan sering takut kepada orang lain.

Kretschmer, ahli penyakit jiwa berkebangsaan Jerman, mengemukakan adanya hubungan yang erat antara tipe tubuh dengan sifat dan wataknya. Ia memebagi manusia dalam empat golongan menurut tipe atau bentuk tubuhnya masing-masing, yaitu berikut ini :
  1. Atletis, dengan ciri-ciri tubuh: besar, berotot kuat, kekar dan tegap, berdada lebar.
  2. Astenis, dengan ciri-ciri: tinggi, kurus, tidak kuat, bahu sempit, lengan, dan kaki kecil.
  3. Piknis, dengan ciri-ciri: bulat, gemuk, pendek, muka bulat, leher pejal.
  4. Displastis, merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas.

Tipe watak orang yang berbentuk atletis dan astenis adalah schizothim, yang menurut Kretschmer mempunyai sifat-sifat, antara lain: sulit bergaul, mempunyai kebiasaan yang tetap, sukar menyesuaikan diri dengan situasi baru, kelihatan sombong, egoistis dan bersifat ingin berkuasa, kadang-kadang optimis, kadang pula pesimis, selalu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak.

Lain halnya dengan orang yang memiliki bentuk tubuh piknis, atau tipe wataknya sering disebut siklithim. Sifat orang-orang ini adalah mudah bergaul, suka humor, mudah berubah-ubah stemming-nya, mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru, lekas memaafkan kesalahan orang lain, tetapi kurang setia, dan tidak konsekuen.