Sejak pertengan abad XIX, yang didakwahkan sebagai abad kelahiran psikologi kontemporer didunia barat, terdapat banyak pengertian mengenai psikologi yang ditawarkan oleh para psikolog. Pertama, psikolog adalah studi tentang jiwa (psyche). Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku organisme.
Psikologi secara etimologi memiliki arti ilmu tentang jiwa.Dalam islam istilah jiwa dapat disamakan istilah al nafs,namun ada pula yang menyamakan dengan istilah al ruh meskipun istilah an nafs lebih popular penggunaannya dari pada istilah al ruh.Psikologi dapat diterjemahkan dalam bahasa arab menjadi ilmu an nafs atau ilmu al ruh. Istilah ilmu an nafs banyak dipakai dalam literature psikologi islam. Bahkan Sukanto Muliomartono lebih khusus menyebutnya dengan nafsiologi. Term an nafs tidak dapat disamakan dengan term soul atau psyche,sebab an nafs merupakan gabungan antara substansi jasmani dan substsnsi rohani,sedangka soul atau psyche hanya berkaitan dengan aspek psikis manusia. Menurut kelompok ini,penggunan term an nafs dalam tataran ilmiah tidak bertentanagan dengan doktrin ajaran islam,sebab tidak ada satu pun nash yang melarang untuk membahasnya.Tentunya hal itu berbeda dengan penggunanan istilah al ruh yang secara jelas dilarang mempertanyakannya(perhatikan QS Al isra :85.)
Penggunaan istilah ilm alruh ditemukan dalam karya psikolog Zuardin Azzaino. Istilah itu kemudian dijadikan dasar untuk membangun psikologi ilahiah,yaitu psikologi yang dibangun dari kerangka konsepual al ruh yang berasal dari tuhan. Boleh jadi azzaino tidak mengikuti perkembangan literature psikologi islam,sebab literature yang digunakan dalam bukunya tidak satu pun yang bersumber dari psikologi islam.Tetapi yang menarik dari tawaran azzaino adalah bahwa ruh yang menjadi objek kajian psikolgi islam memiliki cirri unik,yang tidak akan ditemukan dalam psikologi kontemporer barat.Objek kajian psikologi islam adalah ruh yang memiliki dimensi ilahiah(teosentris)sedangkan objek kajian psikologi kontemporer barat berdimensi insaniah (antropsentris).
0 Comments
Post a Comment